Taman Batu Jepang

Tulisan ini ada karena melihat ada seorang teman yang mengumpulkan batu-batuan yang ukurannya sedang. Saya jadi ingat pada waktu masih kuliah di jurusan Taman dulu. Ada berbagai macam taman, salah satunya adalah taman Jepang. Taman Jepang kebanyakan elemennya terdiri dari batu dan pasir yang di tata sedemikian rupa, sehingga terwujud konsep taman yang bagus. Setelah saya telusuri( maksudnya tanya-tanya, red), ternyata batu-batu tersebut di gunakan sebagai cover atau penutup tanaman hias dalam pot yang di beri warna dengan cara di cat warna-warni. Pemberian batu-batuan pada pot tanaman hias dengan warna-warni biasanya pada tanaman hias dalam ruangan. Selain terlihat cantik dalam ruangan, juga terlihat tebih bersih.

Sekarang kembali ke Taman Batu Jepang….Tiba-tiba saya juga jadi teringat tetangga saya yang mengikuti suaminya bekerja di Jepang…yang katanya gajinya  seabreg-abreg.. jadi pengeen.. (hehe jadi ingat juga ketika selepas kuliah dulu saya pernah kursus bahasa jepang juga…meski sekarang nggak kepakai…:) )

Taman batu Jepang atau Karesansui, yang berarti lanskap kering atau taman Zen adalah salah satu gaya dalam taman Jepang. Taman jenis ini tidak menggunakan air. Lanskap alam dilukiskan dengan batu dan pasir yang melambangkan kolam dan aliran air. Orang yang melihat diminta untuk berimajinasi bahwa hamparan pasir berwarna putih dan kerikil adalah permukaan air. Jembatan dibangun untuk memberi kesan ada aliran air di bawahnya. Pola-pola pada hamparan pasir ditata dengan penggaruk bambu untuk melambangkan aliran air.

Taman ini bersifat abstrak, berkembang di kuil-kuil Zen maka dikenal sebagai taman Zen, taman batu sudah merupakan salah satu bagian dari beberapa gaya taman Jepang dari zaman sebelumnya. Berbeda dari gaya dan model taman Jepang lainnya, taman batu Jepang sama sekali tidak memerlukan air. Oleh karena itu, memungkinkan orang membuat taman model ini di tempat sulit air.

Taman batu Jepang yang paling terkenal berada di Ryoan-ji, taman ini hanya terdiri dari 15 buah batu di atas hamparan pasir yang dikelilingi tembok, hanya ada pasir dan batu, tidak ada pohon atau semak. Dilihat dari sudut mana pun (kecuali dari atas), hanya terlihat 14 buah batu.
Poin yang didapat:
Konsep Zen mengenai disiplin, mawas diri, pencerahan dan untuk meditasi.
Sudut yang tepat dan penempatan batu yang akurat disertai pengamatan yang teliti, mencapai tujuan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s