Merancang Design Taman Minimalis Rumah

 

indextaman-minimalis-jepangimages TAMANDesain-Taman-Rumah-Minimalis3

Pengertian dari Design Taman Minimalis

Lama gak pernah praktek taman dan mempelajari masalah pertamanan lagi…Maklum sekarang sudah pindah haluan hehe Untuk mengobati kangen pada bidang lanscape Architecture, mencoba belajar taman lagi dan sedikit mengenalkan istilah-istilah pertamanan yang kadang mempunyai arti yang berbeda dengan bidang lain meskipun namanya sama.

Sebagai contoh POINT OF INTEREST dalam lanscape Architecture bisa jadi berbeda pula dalam bidang photografi hehe..Biar gak salah paham dan menjadi bahan omongan upps :D…..dari berbagai sumber kita mencoba saling berbagi ilmu, saling belajar…

Yuk kembali ke pokok bahasan utama titik fokusnya,point of interestnya🙂 belajar membuat taman minimalis…

Design berasal dari kata dalam bahasa Inggris yang maknanya adalah rancangan atau pola. Kata design ini kemudian diserap dalam bahasa Indonesia menjadi kata desain. Karena yang dimaksud adalah design taman, berarti membicarakan bagaimana cara merancang sebuah taman. Design taman adalah bagian dari ilmu tata ruang atau planologi. Ini berarti pengelolaan dalam suatu ruang atau di dalam ruangan.

Sedangkan minimalis adalah suatu aliran dalam seni rupa atau seni bangunan yang dirupakan sebagai sesuatu yang simpel, sederhana, tidak terlalu banyak pola atau bentuk. Model minimalis biasanya diterapkan untuk tampilan rumah baik eksterior maupun interiornya.
Namun meski dikatakan sebagai minimalis, justru membutuhkan pembiayaan yang maksimalis. Karena rumah minimalis justru menggunakan bahan-bahan mahal, materi interior berharga tinggi, serta detail-detail tertentu yang menguras kocek Anda. Semua itu demi menonjolkan sisi minimalis dalam gaya penataan rumah atau taman Anda. Sehingga pengertian umum desain taman minimalis adalah suatu rancangan taman yang mengadopsi gaya minimalis dalam penataannya.

Penempatan Design Taman Minimalis

Taman minimalis mempunyai dua jenis penempatan dalam pengisian lahannya. Yaitu taman minimalis dengan penempatan penanaman langsung, dan berikutnya adalah taman dengan penanaman tak langsung atau menggunakan media sebagai media tanamnya.
Pada taman minimalis dengan penempatan penanaman langsung yang harus Anda perhatikan adalah kondisi tanahnya. Tanah harus dalam keadaan gembur, dan siap untuk ditanami. Anda harus melakukan beberapa hal untuk mendapatkan kondisi tanah yang demikian. Di antaranya adalah dengan cara mencangkuli agar tanah menjadi gembur.
Sedangkan taman minimalis dengan penempatan penanaman tak langsung, atau menggunakan media tanam seperti pot, polybag ataupun tong; yang perlu Anda perhatikan adalah kombinasi antara tanah dengan airnya cukup balance. Jangan sampai tanah terlalu kering, ataupun terlalu basah yang dapat menyebabkan tanaman Anda menjadi mati.

Prinsip dan Karakter Design Taman Minimalis
Taman minimalis dalam pembuatannya memiliki empat prinsip yang harus diperhatikan. Yakni : tema, kontras, gradasi dan kontrol. Keempatnya adalah prinsip yang harus diikuti agar tampilan taman minimalis Anda terlihat berkarakter. Keempat prinsip tersebut adalah ibarat pakem yang harus dipatuhi untuk mendapatkan suatu desain taman minimalis yang berselera tinggi.

Keempat prinsip dari desain taman minimalis dapat Anda simak sebagai berikut :

1. TEMA, maksudnya adalah pola dasar dari elemen pembentuk taman secara menyeluruh. Tema ini akan menentukan bagaimana nantinya taman akan dibentuk dan dirancang. Tema juga akan menentukan semua ornamen atau elemen tambahan yang akan diberikan di dalam taman. Contohnya adalah taman bergaya jepang.

2. KONTRAS, adalah unsur penyemarak, pembentuk perhatian, sisi aksentuasi. Anda mungkin pernah mendengar istilah point of interest. Itulah kontras, atau point of interest pada sebuah taman. Misalnya, meletakkan sebuah patung di tengah-tengah taman, sebagai fokus dari taman yang dibuat tersebut.

Hal ini lebih berhubungan dengan segala elemen tambahan yang akan diberikan atau ditempatkan di dalam taman. Karena memang taman tak akan hanya berisikan tanaman atau tumbuhan saja, ada elemen tambahan yang akan diberikan, misalnya adalah adanya air mancur, beberapa patung yang memang diperbolehkan ataupun ornamen penghias lainnya.

3. GRADASI. Dari pengertian katanya pasti Anda sudah menebak. Gradasi adalah prinsip umum pada semua seni, baik seni rupa, seni lukis, seni suara, ataupun seni landscaping. Yang maksudnya adalah ritme, jenjang, pergeseran, level, tingkatan, dan lain sebagainya. Sebagai contoh adalah, menanam sebuah perdu berwarna hijau tua, hijau tosca dan hijau pucat, akan menimbulkan efek gradasi bagi mata yang memandang.

Gardasi ini kebanyakan memang akan berhubungan dengan pemberian warna dalam semua komponen yang ada di dalam taman. Dengan penempatan warna yang sesuai antara satu komponen dengan komponen yang lain maka akan didapatkan kesatuan warna yang akan mendukung penampilan yang maksimal dari taman itu sendiri.

Sebaliknya jika pemilihan warna dari semua komponen yang ada tidfak begitu menyatu atau tidak serasi antara satu dengan yang lain, maka justru hanya akan membuat penampilan dari taman menjadi berkurang keindahannya.

Walaupun pemilihan warna ini terkadang terlihat sebagai sebuah hal yang sederhana dan sepele, namun memang perlu diperhatikan dengan saksama. Jika memang dianggap perlu maka dapat meminta pihak yang dirasa memiliki keahilan dalam hal ini.

4. KONTROL. Yaitu unsur penyeimbang, keserasian, pengendali agar tak terlihat berlebihan dan justru jatuh pada kesan terlalu ramai dan tak bertema. Kontrol adalah suatu keharmonisan. Tujuannya adalah segala elemen tertata secara harmonis pada desain taman minimalis Anda. Contohnya : memadukan tanaman yang berbeda bentuk dan ukuran.

Taman minimalis juga memiliki karakter dalam designnya. Karakter taman hanya ada dua, yakni taman berkarakter formal dan yang informal.

* Desain taman minimalis formal, lebih menonjolkan pola penataan tanaman yang simetris, patuh pada aturan dan pakem, serta kadang bersifat agak kaku. Elemen tanaman yang dipakai pun biasanya yang mempunyai kesan formal, seperti palem kipas dalam sebuah media pot keramik besar.
* Desain taman minimalis informal, lebih menyentuh sisi-sisi yang alami. Pola yang dibentuk mengusung kesan yang bebas cenderung tidak bertema. Tanaman yang digunakan pada umumnya memiliki bentuk alami serta tidak kaku.

Tips-tips Perawatan Taman Minimalis

Berikut adalah beberapa hal yang dapat dikategorikan sebagai sebuah perawatan terhadap taman minimalis yang Anda miliki.

1. Kunci perawatan taman yang berdesign mimalis adalah perawatan secara konsisten dan rutin. Artinya jangan pernah merasa bosan, jenuh atau mengabaikan proses perawatan. Karena akan terlihat nyata perbedaan tampilan taman minimalis yang terpelihara baik dengan yang ditelantarkan.

Jadi memang perlu diluangkan waktu untuk melakukan perawatan terhadap taman yang kita miliki. Paling tidak luangkan satu hari di dalam satu minggu untuk melakukan perawatan ini, sebut saja Anda dapat menggunakan waktu hari libur misalnya adalah hari Minggu untuk melakukan bersih-bersih taman.

Anggaplah kegiatan ini sebagai sebuah kegiatan yang menyenangkan. Kebanyakan orang yang memutuskan untuk memiliki taman di salah satu bagian rumahnya adalah tipe atau jenis orang yang menyukai suasana yang hijau dan asri. Sehingga perasaan ini diungkapkan melalui adanya taman ini.

Jadi menjadi satu paket dengan keinginan ini maka kemauan untuk melakukan perawatan juga adalah harus ada. Karena taman yang tak dirawat, lambat laun akan menjadi taman yang tak terurus dan memiliki bentuk dan penampilan yang tak bagus serta tak menarik perhatian justru hanya mengganggu pemandangan dari rumah itu sendiri.

Tindakan perawatan yang dapat dilakukan adalah dengan menyiram tanaman yang ada di dalam taman. Penyiraman ini memang dapat dilakukan setiap hari tak harus menunggu waktu satu minggu sekali karena hal ini mengikuti kebutuhan dari tanaman itu sendiri akan air.

Selain menyiram, yang dilakukan adalah dengan melakukan pemupukan. Pupuk yang diberikan haruslah dipilih yang sesuai dan tepat untuk jenis tanaman yang ditanam di taman. Hal ini untuk mengoptimalkan proses pertumbuhan dari tanaman itu sendiri dan juga menjaga kelestarian dari tanaman itu.

Hal lain yang dapat dilakukan adalah menghilangkan atau mencabuti tanaman liar yang sering ikut tumbuh di sekitar tanaman inti yang kita tanam di taman. Tanaman liar ini memang akan mengganggu keindahan dari taman itu sendiri dan juga akan mengganggu proses pertumbuhan dari tamanam yang ditanam

2. Selain itu perhatikan pula penyiraman dan pemberian pupuknya. Serta perawatan ekstra terhadap elemen tambahan, seperti fountain (pancuran buatan) dan lain-lain. Untuk hal ini memang dibutuhkan tindakan yang lebih rinci lagi atau membutuhkan perhatian yang lebih. Karena sejatinya, pemberian elemen ini adalah untuk memberikan efek yang lebih menarik kepada taman atau menambah keindahan penampilan dari taman itu sendiri.

Jika beberapa elemen tambahan ini malah tidak dirawat maka hanya akan merusak keindahan dari taman itu sendiri dan membuat taman akan tampak lebih tak menarik. Sehingga tujuan dari pemberian elemen tambahan ini tak akan berhasil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s